Google+

Kopi Radix Wahida

Saatnya Anda menjaga kebugaran tubuh dengan menikmati secangkir ramuan kopi dan herbal berkhasiat. Mengandung pasak bumi yang dipercaya sejak dulu dapat meningkatkan stamina.

Belanja Online Mudah dan Aman

Kami dapat menjamin bahwa produk-produk yang kami jual sudah mendapat izin BPOM dan halal. Ini bukan penipuan atau penjebakan.

Habbasauda Extra Propolis

Habbasauda extra propolis diproses secara Cool Pressed kemudian dikemas dalam bentuk softgel untuk menjaga keutuhan kandungan nutrisi.

Rossen-T

Perhatikan tubuh cantik Anda! Masih idealkah bentuk tubuh Anda? Anda ingin tetap terlihat cantik dan ramping? Rahasianya ada di Rossen-T

Omega 3 Fish Oil

Dapatkan pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit bersama suplemen Omega 3 Fish Oil.

Nirdiab

Terbuat dari bahan herbal pilihan, Nirdiab menjadi pilihan tepat untuk menurunkan gula dalam darah Anda serta meringankan penderita diabetes (kencing manis).

Terapi Bekam (Ijamah)

Produk-produk Wahida telah dipercaya serta digunakan secara luas selama bertahun-tahun untuk mengatasi masalah kesehatan dengan cara pengobatan Thibbun Nabawai.

Spirulina

Spirulina Wahida dikembangkan dari Spirulina platensis yang aman dikonsumsi semua umur dan memiliki kandungan gizi tinggi, diproduksi dengan standar kualitas yang terjaga dan higienis.

Tampilkan postingan dengan label melanoma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melanoma. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2011

Penelitian : Kopi Kurangi Risiko Kanker Kulit

Sebuah penelitian di Amerika Serikat, kopi menunjukkan tanda dapat mengurangi resiko kanker kulit dengan membantu membunuh sel-sel yang rusak yang berpeluang dapat berubah menjadi tumor.

Temuan yang diterbitkan pada Senin itu, menunjukkan bahwa minum kafein secara wajar, atau bahkan menggunakan kopi di kulit, dapat berguna dalam menangkal kanker non-melanoma, diagnosis kanker kulit yang paling sering.

Dengan menggunakan tikus yang secara genetik telah dipengaruhi untuk menekan produksi enzim protein, ATR, dalam tubuhnya, para peneliti membuktikan bahwa tikus itu mampu menangkis kanker bahkan bila terkena sinar ultraviolet.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa minum sekitar satu cangkir kopi berkafein per hari memiliki efek menekan ATR dan memicu kematian sel yang rusak oleh sinar UV.

Tikus itu pada akhirnya menderita kanker, namun itu terjadi setelah tiga pekan, dibandingkan dengan tikus yang normal, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Laporan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional.

Setelah 19 pekan terpapar sinar ultraviolet, tikus yang direkayasa itu menunjukkan 69 persen lebih sedikit tumor dan empat kali lebih sedikit tumor invasif dibandingkan kelompok normal.

Namun, efek perlindungan hanya selama itu, setelah lebih dari 34 pekan terpapar sinar ultra violet, seluruh tikus menderita tumor.

“Akhirnya, jika anda memamar mereka dengan sinar ultra violet cukup lama, semua tikus akan menderita kanker sehingga hal itu tidak 100 persen memberikan perlindungan selamanya,” kata Allan Conney, salah satu penulis, kepada AFP.

“Sungguh, dengan hampir semua jenis karsinogen, pada akhirnya semua hewan akan menderita tumor,” kata Conney, yang merupakan direktur dari Laboratorium Penelitian Kanker Susan Lehman Cullman di Universitas Rutgers, New Jersey.

Conney dan timnya mampu mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa kafein -ketika dikonsumsi atau dioleskan pada kulit - bekerja dengan cara menghambat ATR. Sekarang mereka mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana teori yang sama mungkin dapat juga bekerja pada manusia.

“Kami ingin melihat apakah kafein memiliki efek pada manusia bila diberikan secara berkala,” katanya.

“Kafein mungkin menjadi senjata dalam pencegahan karena mampu menghambat ATR dan juga bertindak sebagai tabir surya serta langsung menyerap sinar UV yang merusak.”

Kanker kulit adalah kanker paling umum di Amerika Serikat, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahun, menurut Institut Kanker Nasional.

Kanker kulit jenis non-melanoma, termasuk jenis sel basal dan sel skuamosa, adalah jenis kanker kulit yang paling sering didiagnosis dan sering dapat diobati jika terdeteksi di tahap awal.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan peminum kopi cenderung memiliki resiko lebih rendah menderita kanker payudara, rahim, prostat dan usus besar, namun efek yang bermanfaat tidak terlihat pada orang yang minum kopi tanpa kafein.

Sumber : Zonaberita.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...