Google+

Selasa, 02 Maret 2010

Tujuh Langkah Menumpas Racun dalam Tubuh

PILIHAN makanan yang tersedia di pasaran umumnya mengandung komponen buatan, mulai dari pewarna, perasa, hingga zat pencemar yang berisiko menimbulkan penyakit. Komponen tambahan ini tidak akan menimbulkan gangguan kesehatan secara langsung. Akan tetapi, zat tambahan ini akan mengganggu kesehatan secara perlahan.


Untuk mengurangi paparan dari bahan-bahan yang tidak diinginkan, berikut beberapa tip dari konsultan kesehatan Janelle Sorensen dari Healthy Child Healthy World yang bisa menjadi panduan Anda:

Kurangi asupan lemak hewan. Produk hewan kemungkinan mengandung hormon-hormon sintetis, antibiotik dan zat kimia organochlorine, seperti dioxin, DDT dan pestisida lainnya. Zat berbahaya ini terkonsentrasi dalam lemak hewan. Saat dikonsumsi, komponen ini akan masuk ke dalam tubuh. Zat-zat berbahaya ini akan berdiam di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan menimbulkan kerusakan.

Karena itu, pilihlah daging, unggas atau produk susu yang rendah lemak. Selain itu, cobalah mendapatkan lemak tidak jenuh dari tumbuhan seperti kemiri, biji rami dan alpukat. Buang semua lemak dan kulit dari daging. Selain itu, Anda bisa memanggang daging atau ikan untuk mengeringkan lemak. Jika bisa, hindari menggoreng. Pasalnya, cara memasak ini akan mengunci zat-zat berbahaya tersebut dalam daging.

Anda juga bisa membantu tubuh dengan mengurangi konsumsi daging. Menerapkan pola makan vegetarian sekali seminggu akan sangat baik untuk tubuh.

Bersihkan sayur dan buah. Pastikan mencuci sayur dan buah untuk mengangkat zat kimia yang ada di permukaan. Cara termudah dan paling efisien adalah mencuci sayur dan buah begitu di bawa ke rumah.

Hindari makanan kalengan. Makanan dan minuman kaleng dilapisi dengan damar yang mengandung bisphenol-A. Bisphenol-A merupakan zat kimia perusak hormon yang menumpuk di lingkungan dan di dalam tubuh. Sebagian besar produsen atau pabrik mulai mencari alternatif yang lebih aman. Akan tetapi untuk sementara waktu, ada baiknya memilih makanan yang segar dan makanan kering atau beku yang dikemas dalam botol kaca.

Terapkan cara masak sehat. Daging panggang atau daging siap saji berisiko lebih besar memicu kanker. Proses pemanggangan menciptakan asap yang mengandung carcinogenic polycyclic aromatic hydrocarbons atau PAHs. Komponen ini akan menempel di permukaan makanan. Saat daging, ayam dan ikan dimasak dalam suhu tinggi untuk jangka waktu lama, akan dihasilkan carcinogenic heterocyclic amines atau HCAs. PAHs dan HCAs sama-sama berpotensi memicu kanker.

Pilih makanan utuh (whole meal). Makanan utuh belum diproses, sehingga kandungannya nutrisinya masih alami. Selain itu, pilihlah makanan yang terbuat dari whole grain (whole wheat bread, oatmeal dan beras merah).

Kurangi soda dan minuman bergula. Soda, minuman energi (sport drinks), jus kemasan serta minuman dalam botol lainnya kaya pemanis, perasa tambahan serta pewarna. Selain itu, kemasan plastik bisa memicu larutnya zat kimia plastik ke dalam minuman. Sekitar 70 hingga 75 persen tubuh terdiri atas air, jadi penuhilah kebutuhan cairan tubuh dengan air putih.

Sering-sering makan di rumah. Anda tidak bisa mengontrol nutrisi makanan saat memesan makanan di luar. Mulailah menghemat uang dan melindungi kesehatan dengan memasak makanan sehat di rumah. Saat harus makan di luar, pastikan memilih makanan sehat.

Sumber : metrotvnews.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...